Seringkali dalam suatu hubungan seorang kekasih merasa cemburu jika kekasih nya lebih dekat dengan temannya , seolah perhatian nya hanya untuk teman teman nya. Kadang seseorang menjadi lebih egois ketika menjalin suatu hubungan.
Suatu hari Shila pergi untuk menemani kekasihnya zein, Shila menggerutu tak jelas saat menemani pacarnya saat sedang latihan basket, dia sedang ingin berduaan bersama pacarnya namun sang kekasih ada jadwal latihan basket dengan teman-temannya, mau tak mau dia harus menemani pacarnya latihan agar bisa berduaan setelah latihan basket ini. Panas nya cuaca ditengah hari ini membuat mood nya down! “mau berduaan aja harus panas-panasan gini.” Gerutu Shila dalam hati. Zein pacarnya itu termasuk orang yang menjaga solidaritas bersama teman-temannya.
Shila tersenyum ketika Zein sudah selesai latihan, lalu menghampiri dirinya. Terlihat keringat yang bercucuran dari kepalanya. Shila mengambil handuk kecil untuk mengusap keringat yang ada pada Zein, lalu dia mengambil botol minum untuk Pacarnya “capek banget yah? Keringetan gini. Nih minum dulu.” Shila menyerahkan botol minum itu kepada Pacarnya.
Zein terlihat senang dan meminum air pemberian Shila “huuuh~ makasih yah.”Ucap Zein sambal mencubit pipi Shila.
Shila mengangguk “sama-sama. abis ini kita jadi kan jalan?” Tanya Shila.
“jadi kok by. Tapi kita pulang kerumah aku dulu yah aku mau mandi dulu, bau keringat nih.” Ucap Zein
Shila mengangguk kemudian mengusap kening kekasihnya yang masih bercucuran keringat itu oleh tangannya “yaudah kita langsung ke rumah kamu aja, keburu sore.” Ajak Shila
“bentar ya by, aku mau pamit sama teman-teman dulu.” Zeim mengusap rambut Shila lalu pergi meninggalkannya untuk menghampiri teman-temannya yang tak jauh dari tempat dia bersama pacarnya beristirahat
“oke! Jangan lama-lama.” Ucap Shila
Shlila duduk di bangku yang tersedia di pinggir lapangan basket itu, menatap pacarnya yang sedang tertawa bersama teman-temannya. sudah 20 menit lebih Zein belum menghampiri dirinya, “segitu lamanya kah berpamitan? ._.” dumel Shila lalu dia bangkit dari duduknya, berniat untuk menghampiri Zein untuk mengingatkan bahwa dia ada janji dengan dirinya.
“By, kita jadi jalan gak?” Tanya Shila dengan hati-hati takut menganggu kesenangan teman-teman pacarnya itu.
“oh iya by maaf yah aku sama temen-temen ada latihan dance nih. hmm.. lain kali aja yah.” Jawab Zein, menatap Shila dengan tatapan memohon ,agar Shila bisa mengerti kegiatan dirinya yang super sibuk itu.
Jleb, perasaan Shila seperti ditusuk pisau tajam, bagaimana tidak nunggu lama-lama, panas-panasan dan hasilnya gak jadi jalan?! Shila hanya tersenyum, mencoba memakluminya walau kejadian ini sering terjadi “hmm yaudah gapapa! Tapi kamu anter aku pulang kan?” Tanya Shila menahan air matanya.
“iya baby aku anterin kamu pulang, abis itu baru aku latian dance “ sambil tersenyum dan kemudian Zein pamit dengan teman-temannya.
“Gue anterin cewe gue dulu ya bruh, nanti gue nyusul langsung ketmpat latihan” ucap Zein kepada teman-temannya.
“Oke! Jangan lama-lama lu ya!!” Saut Teman-temannya.
Akhirnya Zein pun mengantar Shila pulang, setelah itu langsung pergi ke tempat dia dan teman-temannya latihan.
**
Keesokan harinya Zein berjanji akan menjemput Shila setelah pulang sekolah, Shila menunggu Zein didepan gerbang sambal terus melihat kearah jam tangannya. Sudah 20 menit lebih Zein tidak juga muncul , perasaan kesal,capek, dan bete semua campur aduk dalam pikiran Shila.
“kemana sih nih orang..? udah hamper setengah jam gua nunggu gak ada juga!!!” Ucap Shila kesal.
Kemudian Shila terus menelpon Zein , nomornya aktif tetapi tidak aja jawaban dari Zein. Akhirnya Shila pun sudah tak tahan, dia memutuskan untuk pulang sendiri. Sebelum dia pulang dia memberitahu Zein melalui sms.
“By, kamu dimana sih? Udah hampir 1 jam aku nunggu kamu didepan gerbang, tapi kamu gak ada juga, aku pulang duluan aja ya naik angkot,, kamu gausah jemput aku, selalu aja kaya gini kalau emang gak bisa jemput, gausah bilang jemput, PHP banget sih!!” sms Shila dengan perasaan campur aduk.
Zein tidak menjemput Shila karena temannya sedang ulang tahun dan mengadakan traktiran , dia tidak enak jika harus meninggalkan teman-temannya itu.Zein memang selalu saja memperiotaskan teman-temannya disbanding kekasihnya, setiap ada janji yang berbenturan dengan teman-temannya dia selalu memilih janji dengan teman-temannya dibanding Shila kekasihnya. Perempuan mana yang tidak kesal dinomor duakan dengan teman-temannya lebih memilih kumpul dengan teman-temannya dibanding berdua-duaan dengan dirinya.
Kemudian Zein terus menelpon Shila tetapi terus diriject, karena Shila masih kesal dengan kejadian kemarin, betapa tidak dia sudah panas-panasan menunggu Zein hamper 1 jam tetapi dia tidak juga muncul, dan kejadian seperti ini tidak hanya sekali terjadi tetapi sudah sering.
Seperti ketika mereka janjian ingin bertemu ketika malam minggu, Zein tiba-tiba membatalkan dengan alasan ingin membicarakan masalah dance dengan teman-temannya yang akan tampil besok.
Dan lebih parahnya lagi sampai Zein tidak memberi Shila kabar seharian, karena dia sedang berkumpul dengan teman-temannya, terbesit dalam fikiran Shila “ Apa gua penting buat dia,? Apa gua berate buat dia ,? Sementara dia jarang luangin waktu buat gua, yang dipikiran dia Cuma teman,teman dan teman terus!!”Ucap Shila sambal menangis didalam kamar.
“tokk,,tokk,,tokk” Bisma mengetuk pintu rumah Shila, kemudian Shila keluar.
“kamu kemana aja sih by? Aku telpon gak diangkat , aku sms gak kamu bales, aku kawatir tau sama kamu ,, makanya aku dating kesini,,” Ucap Zein sambal memegang tangan Shila.
Shila hanya menatap Zein dengan wajah datar karena masih kesal.
baby, aku lagi bicara sama kamu. Kamu dari mana aja sih? ” Tanya Zein sekali lagi “aku mau minta maaf, karena gak jadi jemput kamu kemarin. Sumpah! Aku kemarin engga enak sama temen aku, dia itu teman dekat aku.”
Shila hanya menatap Zein dengan wajah datarnya “masih peduli sama aku? Urusin aja sana teman-teman kamu itu.” Ucap Shila “oh yah! Masih butuh maaf dari aku? Haha, percuma minta maaf kalau terus diulang, capek.” Setelah itu Shila menutup pintu tetapi tangan Zein menahan pintu itu.
“Aku tau by aku salah, harus gimana lagi aku biar kamu maafin aku??” Ucap Zein dengan memelas.
Shila terdiam, berfikir “okeh! Aku kasih kesempatan sekali lagi buat kamu, kalau kamu masih kayak gini terus mending kita udahan aku capek di duain sama kamu yang lebih memilih teman-teman kamu! Semoga besok kamu engga lupa, aku tunggu di café tempat biasa jam 7 tepat! Engga boleh ngaret!” Shila menghempaskan tangan Zein kasar, lalu segera masuk kedalam rumahnya dan menutup pintu rumahnya, tanpa memberikan Zein untuk masuk.
“oke aku akan dating besok jam 7, gak akan ngaret” Teriak Zein.
***
Shila sedang duduk manis di sofa yang berada di café itu dengan sebuah kue tart didepannya yang dihiasi oleh lilin-lilin kecil berjumlah 12 biji. Shila tampak manis dengan sebuah dress tanpa lengan berwarna Pink dengan rambutnya yang sengaja ia gerai.
Sudah 10 menit Shila menunggu Zwin di café ini, dan Maudy masih menunggu. Dia optimis Bisma akan datang ke café ini, hari ini adalah hari special mereka berdua mana mungkin dia lupa, mungkin jalanan macet dia mencoba berfikir positive.
Disisi lain Zein yang sedang asik bermain futsal dengan teman-temannya, selagi break dia mengambil minum dan handuk untuk menghilangkan rasa capeknya, kemudian dia kaget melihat jam sudah berada pada pukul 07.30. “Yaampun ini jam gak salah? Gua kan ada janji sama Shila , bego banget sih gua” Ucap Zein dalam hati , langsung membereskan peralatannya tanpa ganti baju masih memakai seragam futsal dia pamit.” Bro gua balik dulu ya ada janji.” Teriak Zein sambal berlari kearah parkiran.
Dengan kecepatan penuh dia meluncur kearah café tempat dia janjian dengan Shila, akhirnya Zein pun sampai dengan selamat. Dia langsung melihat kesegala arah untuk mencari shila “Semoga dia belom pulang” ucap Zein dalam hati. Akhirnya Zein menemukan Shila sambil mengahmpirinya kemudian tersenyum “maaf ya aku telat” Ucap Zein sambil ngos-ngosan.
Shila hanya tertunduk lalu melihat kearah Zein dengan mata sembap dan basah. “ Sudah aku duga pasti endingnya kaya gini.” Ucap Shila sambil menangis.
Zein hanya melirik kearah Shila dengan perasaan bersalah, ingin memeluk juga takut salah, kemudian Zein melihat ada sebuah Kue tart dengan lilin yang menyala tinggal setengah, Zein menaikan alis “kok ada kue, siapa yang ulang taun??” ucap Zein dalam hati.
“ Happy anniversary 1 tahun Zein “Ucap Shila tersenyum sambil menghela nafas.
Zein terberanjat, kaget? “Aduhh Iyah hari ini, tepat tanggal 14 November anniversary gua sama Shila yang ke satu tahun, kok gua bisa lupa ya!? BODOH!”Ucap Zein menyesal dalam hati.
“kamu pasti lupa kan? Segitu engga pentingnya kah hubungan ini buat kamu Zein?” Tanya Shila
Zein terdiam, dia memang lupa dan ini memang kesalahannya karena terlalu memprioritaskan teman-temannya hingga lupa anniversarynya ini .
“Zein, aku udah gak tahan, aku nyerah, aku capek dengan sikap kamu yang selalu menomor satukan teman-teman kamu dibanding aku, pacar kamu. Kalo dipikir-pikir dalam hubungan ini yang berjuang dan berkorban Cuma aku Zein sementara kamu? Mana,??.” Ucap Shila sambil menatap Zein dengan bercucuran air mata.
“Maaf,,,” Hanya itu yang diucapkan oleh Zein.
“kamu gak harus minta maaf ko . Kamu gasalah, Mungkin aku engga cocok buat kamu, aku gak bisa ngertiin kamu saat kamu sama teman teman kamu. Tapi perlu kamu tau aku disini pacar kamu butuh perthatian dan kasih sayang kamu juga Zein, aku pengen lebih dekat sama kamu dengan cara kita menghabiskan hari-hari kita berduaan, aku enggak ngelarang kamu buat berteman tapi kamu itu udah keterlaluan berteman sampe ngelupain aku, pacar kamu. Aku capek, aku mau kita–“ Ucap Shila belom selesai kemudian terpotong oleh Zein.
Sambil menjulurkan telunjuknya kebibir Shila “Ssst, jangan bilang putus ya by, aku mohon aku masih sayang banget sama kamu, aku janji akan berubah dan bisa bagi waktu antara kamu dengan teman-teman aku, tapi aku mohon jangan tinggalin aku” Ucap Zein meyakinkan Shila.
Shila menatap terus Zein “Aku gabisa dijadikan nomor dua terus sama kamu, dan kamu terus memprioritaskan teman-teman kamu, sekarang kamu pilih aku atau teman-teman kamu??” Ucap Shila sambil terus menatap Zein dengan mata sembapnya.
“Aaa,,aaa,, aku pilih kamu,,” Ucap Zein sambil memeluk Shila.
Akhirnya masalah mereka pun selesai, Zein sekarang sudah punya waktu banyak untuk Shila dan dapat mengatur waktu antara kekasihnya dan teman-temannya.
THE END