Aku adalah mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Bekasi , ceritaku dimulai keika saat kelulusan sekolah menengah atas , saat kelulusan tiba aku memutuskan untuk masuk salah satu perguruan tinggi swasta. Sebelum masuk taun ajaran mahasiswa baru membuat grup di media social , disitu ada yang membuat acara untuk perkenalan sebelum masuk agar kita saling mengenal. Disitu memang hanya satu temanku yang sama jurusnnya yang aku kenal.
Acaranya dimulai malam hari, sebelum acara itu tiba aku menghubungi temanku namanya Susan, aku bertanya apakah dia akan datang atau tidak pada acara itu, ternyata dia juga akan dating tetapi bersama temannya yang lain, karena aku takut tidak ada yang kenal aku pun mengajaknya berangkat bersama dan dia pun setuju.
Malam hari acara itupun dimulai, ya memang hanya sedikit yang hadir sekitar 20 orang saja, saat datang mataku tertuju pada satu pria diujung sana, aku sudah mulai mengincarnya memang saat mulai masuk grup huhu (gatel banget ya wkkw). Makin semangat mengikuti acara itu, tapi sayang seribu kali sayang dia tidak bisa lama-lama disana dia pamit untuk pulang duluan. Dia pun bersalaman dengan kami semua saat tangannya menyentuh tanganku jantung ku pun berdetak (dug,,dug,,dug).
Haripun berganti begitu cepat, kampus membuat acara untuk kuliah perdana dimana disitu kita mengenal lebih dalam tentang jurusan yang kita ambil. Betapa senang nya aku karena disitu aku pasti bertemu dengannya lagi. Ya acara itu dimulai pagi aku berangkat kesana dengan temanku Wira, kami naik kereta menuju kampus utama. Sesampainya disana kami pun masuk keruangan dan mengikuti acara kuliah perdana itu sampai kelar.
Acara itu pun selesai, kami semua memutuskan untuk makan sebelum pulang, nah ternyata disitu dia ikut menggunakan motor. Karena kami semua naik kereta kekampusnya. Untuk ketempat makan kami menggunakan angkot. Sesampainya ditempat makan kami duduk. Aku dan temanku memutuskan memesan lauk satu saja untuk berdua.
Makan pun selesai, kami semua siap-siap untuk pulang. Dibawah aku bertemu dengannya dan yang membuat aku bahagia dia mengenaliku huuuuu(rasanya seperti melayang-layang hehe), dia menegur “kamu fia ya?”, aku pun menjawab “iya aku fia , kamu ali ya?” dan kami pun mengobrol sebentar. Disitu aku begitu bahagia.
Sesampainya dirumah ternyata dia chat aku, duhh tambah dag dig dug lah , kami pun chatan dia mulai menanyakan soal tadi katanya “ yang tadi pacar kamu ya?” aku jawab “bukan itu temen sma aku” dia pun meledek aku “temen apa temen kwkw” disitu hubungan kami mulai dekat, kami jadi lebih sering chatan sampai larut malam.
Selang beberapa hari ppsppt pun dimulai ya disitu aku terus memperhatikannya , sepertinya dia pun juga sama.apa aku yang hanya kepedean ya hehe. Tapi disitu aku merasa dia terus menatap ku. Ppsppt pun selesai disitu ada pembagian buku perkelompok dan baris. Sebenernya dia ada dibarisan paling belakang , entah kenapa dia pindah jadi sebelahan barisnya denganku. Temen-temennya memanggilnya untuk pindah. Aku bilang” tuh disuruh kebelakang sma temen kamu” dan dia jawab “ enggak ah aku kan mau disebelah kamu”. Deg aku langsung tersipu malu dan mendorongnya.
Kami pun pulang tidak terasa hari itupun berlalu begitu cepat rasanya aku masih ingin lebih lama dengannya. Pas pulang aku chat dia “tadi padahal mau numpang baliknya hehe” sambil bercanda , “ kenapa gabilang tadi” katanya. Lalu percakapan kami pun berubah, ada rasa cemburu dihatiku melihat ada wanita yang mendekatinya dan sepertinya suka sekali dengannya. Aku pun menanyakan kepadanya “ si tia kayanya suka banget ya sma kamu”, kata dia “enggak ko biasa aja”, “ih beneran tau buktinya dia panggil panggil kamu terus” kata aku sambil rada kesal. Dia pun menjawab “ kalo aku sukanya sma kamu gimana?” , duhh dia bikin aku tersipu terus. Dia menjawab lagi “udahlah gausah dipikirin aku gasuka juga sma tia itu, aku kan sukanya Cuma sama kamu”. Dia memang pandai membuat aku tersenyum sendiri.
Beberapa bulan pun berlalu kami semakin dekat , hanya dekat tanpa ada status apapun. Ya mungkin aku menginginkan lebih tapi dia menjelaskan bahwa ada pengalaman masa lalunya yang membuat hubungan kita tidak dapat lebih , disitu aku pun kecewa aku mulai mengabaikan pesannya. Hingga akhirnya kami pun semakin jauh, mungkin itu juga kesalahanku yang terlalu egois,.
Beberapa tahun berlalu, aku masih sering ketemu dengannya dikampus tetapi semua berubah kami tidak saling menegur seperti orang yang tidak saling kenal. Entah kenapa walau itu sudah berlalu begitu lama dan kami pun sudah seperti tidak ada apa apa. Rasaku yang dulu tidak pernah berubah mungkin saat ini aku hanya dapat mengaguminya saja tanpa bisa memilikinya. Tapi siapa yang tau jika penantianku akan berbuahkan hasil suatu saat nanti.
TAMAT